Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma

Posted on
Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma terletak di Jl. Panorama No. 24 Bukit Tinggi, tepat di depan area objek wisata Goa Jepang. Peresmian museum ini oleh Bp. Dr. H. Mohammad Hata, proklamator kemerdekaan RI pada tanggal 16 Agustus 1973. Museum yang memiliki koleksi ratusan senjata jaman perang ini terbuka untuk masyarakat umum.

Berikut adalah koleksi senjata, baik senjata tradisional maupun modern, dari piston sampai meriam dan perlontar granat.

Senjata-senjata tradisional ini digunakan para pejuang Sumatera Barat dalam Perang Paderi, Perang Kamang dan Perang Manggopoh.

1. Badik Setengga, digunakan dalam perang Kamang (1024)
2. Pedang Datuk Putih, digunakan dalam perang Paderi (1821)
3. Parang Ibu Siti, digunakan dalam perang Manggopoh (1908)
4. Ruduh, digunakan dalam perang Manggopoh (1908)
5. Pupuik Tanduak, dgunakan dalam perang Kamang (1908) sebagai tanda bahaya.

Senjata Pistol Buatan Sungai Puar (Sumatera Barat)

Senapan PSM dan dua martir ini adalah asli buatan indonesia, salah satunya buatan Sungai Puar Sumatera Barat.


Koleksi senjata di Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma akan diulas pada artikel berikutnya. Bersambung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *